Minggu, 22 Desember 2013

Mengapa Orang Suka Nulis Status?


Banyak orang yang nulis status dgn berbagai tujuan, termasuk berbisnis, namun untuk orang-orang yang menulis status hanya sekedar menuliskannya saja bagaimana?
selama ini banyak pihak yang menyimpulkan bahwa kecendrungan manusia untuk menceritakan dirinya. disebabkan krn keinginan utk dekat dn org lain. dgn membuka diri thd org lain maka akn membuat org lain percaya sehingga akan terjalin pertemanan. tetapi ternyata tidak hanya itu. berdasarkan penelitian terbaru, kecendrungan seseorang menceritakan dirinya sendiri jg dipengaruhi oleh pelepasan senyawa kimia diotak yang memberikan perasaan menyenangkan.
para ilmuwan Harvard University melakukan serangkaian percobaan untuk mengetahui seberapa banyak org yang suka membicarakan diri sendiri dan mengapa orang melakukannya. para peneliti memindai otak manusia yg sdg menceritakan informasi pribadi ttg dirinya sendiri atau ketika menilai kepribadian org lain. dalam eksperimen lain, para peneliti menguji apakah org lebih suka menjawab pertanyaan ttg dirinya sendiri, org lain, atau fakta yang netral.peserta penelitian mendapatkan tingkat kompensasi yg berbeda, tergantung pertanyaan yang dipilih.
Studi yang dipimpin Diana I. Tamir dan Jason P. Mitchell di departemen psikologi Harvard University itu menemukan bahwa manusia mendapatkan dorongan biokimiawi ketika menceritakan dirinya sendiri. penelitian itu menemukan bahwa secara rata-rata manusia menghabiskan sekitar 40% membicarakan dirinya sendiri, dan hal itu krn didorong oleh senyawa kimia dalam melakukannya. 
ketika membicarakan diri sendiri akan memicu aktivitas daerah otak yang terlibat ketika menanggapi penghargaan. sedangkan ketika membicarakan orang lain (dalam hal ini bukan untuk tujuan bergosip) tidak memicu aktivitas serupa. artinya membicarakan diri sendiri memang terasa lebih nikmat-tak peduli secara lisan atau tulisan.
dalam ssebuah studi, para peneliti juga menemukan bahwa orang sangat senang jika mengetahui orang lain mendengarkannya. penemuan itu diterbitkan Proceeding of the National Academy of Sciences pada tahun 2012. tetapi lebih dari setengah abad sebelum peneliti di Harvard mengungkapkan kenyataan itu, Dale Carnegie telah menunjukkan fakta yang sama, bahwa keinginan terbesar manusia adalah keinginan utk didengarkan. dalam bukunya How to Win Friends and Influence People, Dale Carnegie menunjukkan bahwa kebutuhan manusia utk didengarkan setara dgn kebutuhan makan, tempat tinggal, kesehatan.
sekarang ketika komunikasi manusia telah dijembatani berbagai media-termasuk fb dan twitter- naluri manusia tidak berubah. mereka tetap ingin didengarkan, ingin tetap membicarakan diri sendiri, meski cara yang digunakan adl menulis status. mgkn isi status mereka tidak penting bagi org lain, tapi mereka menganggapnya penting-sebegitu pentingnya sampai-sampai mereka sangat senang ketika statusnya mendapat like atau memperoleh mention.

sumber : buku Sains Sinting yang ditulis oleh Hoeda Manis

ternyata secara ilmiah berusaha dibuktikan bahwa "didengarkan" itu termasuk salah satu kebutuhan dasar manusia. nah kita tentu tak hanya berperan sebagai pendengar tapi juga sebagai yang didengarkan. mungkin seiring majunya teknologi beberapa media menjadi sarana untuk seseorang supaya bisa didengarkan. tapi jika kita lihat dari banyak sisi, hendaknya kita akan lebih baik jika kita mendengar dan didengarkan oleh keluarga, sahabat, orang-orang yang ada dihidup kita dibandingkan didengarkan melalui jejaring sosial. yaa,, walaupun memang mgkn banyak hal yang membuat kita merasa tak semudah itu mendengarkan dan didengarkan, mungkin saja mereka terlalu sibuk dengan urusan mereka sendiri. nah, disanalah perlu sama-sama kita perbaiki lagi komunikasi kita dengan orang-orang yang ada dihidup kita. alangkah lebih bahagia jika kita bisa mendengarkan dan didengarkan oleh ayah, ibu, kakak, adik, sahabat-sahabat, teman-teman kita secara langsung, bahkan juga berkunjung ketempat-tempat yang baru lalu berkomunikasi dengan orang-orang yang ada disana. itu akan terasa lebih hidup. "life your live" hehehe,, nasehat seorang bapak yang datang dari Belanda, waktu itu saat saya dan dua orang teman saya berkunjung ke sebuah pameran lukisan "marapi Singglang" berdiskusi dengan bapak tersebut. Saat menunggu hujan reda didepan kost teman saya seorang nenek berpesan "muluik manih, kucindan murah" artinya jagalah ucapan dan juga perbuatan. hehe, entahlah begitu yang saya maknai ketika itu. kemudian diatas angkot seorang ibu berpesan kepada saya "cantik itu bukan karena make up nak, tapi dari hati nah rajin-rajin berwudhu' dan laksanakan sholat tahajud. itulah salah satu kecantikan itu". kemudian disepanjang perjalanan Padang-bukittinggi percakapan dengan seorang ibu bahwa "kok ado jan dimakan, kok indak adoh baru dimakan" artinya berhematlah jika nanti jadi orang kaya nak, begitu yang saya pahami dari pengalaman hidup beliau. ada banyak orang yang saya temui dan saya sebelumnya tidak pernah bertemu mereka, tapi dengan berkomunikasi dengan mereka memberikan saya banyak makna. tapi didunia ini tak ada yang kebetulan, semua pertemuan-pertemuan yang tak disengaja tersebut adalah skenario dariNya. ada makna dibalik semuanya. nah, akhir-akhir ini saya merasa punya hobi baru, (ngak terlalu baru juga sih) berjalan kaki dgn sahabat-sahabat saya sambil berdiskusi tentang banyak hal. bahkan sahabat yang menelpon dadakan untuk ikut kesebuah perjalanan pada pagi hari, bertemu dengan ibu yang membawa dagangannya menuju pasar, kami membelinya, nah makna pada pengalaman ini adalah "klu diangkot jangan buang sampah kejalan" hehehe.. ada juga hal yang saya suka yaitu ketika kami berkunjung ketempat dosen kami, beliau tidak hanya seorang dosen tapi tepatnya sebagai kakak yang dengan senang hati berbagi banyak pengalaman beliau, kadang ditemani dengan "karambia mudo" atau "kopi" hehehe... sampai tiga kali azan tetap saja kami masih betah berdiskusi, apalagi kalau tentang cinta hehhe...saya jadi rindu untuk pulang, dimana semua cerita-cerita serta pengalaman-pengalaman yang ada serasa ingin meledak untuk diceritakan dirumah. yups benar, jangan hanya disibukkan berinteraksi dgn dunia maya sehingga kita lupa menyapa orang-orang yang ada disekeliling kita. tapi sebagai manusia didengarkan itu tetap saja ada batasnya, semoga kita selalu ingat bahwa hanya kepadaNya tempat untuk menyandarkan segalanya. Allah yang Maha mendengar bahkan setiap kata hati yang tak terucapkan. 

Bukittinggi. 13 November 2013. 22 : 45 WIB.*ternyata saya juga bercerita tentang diri saya sendiri. hehehe...

Siapa?


Rindu ini membuncah dalam hatiku
ada bayangmu isi imajinasiku
bukan tampak lukisan nyata
tapi ketenangan dan seulas damai terlintas disenyummu
sisipan kagum sertai langkahku
beruntungkah aku?? sekedar terlintas olehmu?
betapa bahagianya aku?? jika terlintas dalam khusyu'nya doamu
mungkinkah?
cinta disetiap sujudmu?
rindu disetiap doa'mu?
bahkan sebuah pengharapanmu?
pantaskah aku dengan sebuah kepantasan itu?
mungkinkah aku?
satu jalan tunjukkan dimensi waktu
semua biar menguap entah kemana
perlahan rindumu menyusup nyata
berat membebani
tak sekedar indah dunia
tapi...
tentang sekarang, esok dan kehidupan selanjutnya
ada harap padamu
ada damai dalam imaji, melangkah bersamamu.
ada satu cahaya terangi
ajarkan dan tuntun jalanku padaNya
hmm,,indahnya harapku..
tapi..
satu hal teguhkan aku
tak ada detik waktu yang terlewatkan
oleh yang maha mengatur
kepada pemilik hati ini
ikhlaskan semua pada ketentuan terbaik padaNya
  karena tak adakan ada yang sia-sia.

*semoga selalu bermanfaat untuk memaknainya yi. 
Bukittinggi 10 okt 2013.

Ajarkan Aku Jurus Seribu Bayangan


Terkadang dalam satu dimensi waktu kita harus memilih, berada didimensi yang mana? aku selalu berkhayal utk bisa sejenak meminjam jurus seribu bayangan naruto, setidaknya bayanganku bisa mewakili moment-moment penting disana, yaa, aku ingin berada disana..
kau tahu, tak ada yang salah dengan perputaran waktu, tidak kau dan tidak juga aku, apalagi kita..
tak mungkin selamanya kita berada pada titik nyaman, berada pada haha hihi, waktu harus berputar menuju masa depan, lalu kita beranjak dewasa..
tak apa, semangat menjalani dimensi waktu selanjutnya sahabat, sahabat sejati tak akan pernah melupakan dan dilupakan..
walau harus terpisah jarak ruang dan waktu, tapi hati kita tetap satu
aku membaca sebuah tulisan katanya "merantaulah, agar kau tahu kenapa kau harus pulang. Merantaulah agar kau tahu siapa yang kau rindu.."

*Bukittinggi, 8 desember 2013
Berada diantara ketukan-ketukan palu presidium.. dan berkhayal berada disana diantara senyum mereka.

Menulis Bagiku


Jika seseorang menanyakan padaku tentang menulis, bagiku menulis itu seni menyelami kedalaman hati. Menyusun huruf-huruf yang berhamburan menjadi kata-kata yang mampu kumaknai.

Menulis itu luapan emosi. Ia sebuah dunia yang mampu mendengarkanmu melebihi dirimu sendiri. Tak pernah protes jika goresan yang kamu buat selalu tentang itu-itu saja. Tak pernah mengeluh jika kau harus menulis tak kenal waktu dan tempat.

Menulis bagiku bukan langkah-langkah membuat kue yang punya takaran-takaran pasti, yang bahannya bisa dibeli kapanpun kau mau. Menulis itu ajaib. Kadang hadir tiba-tiba tanpa disadari lalu takjub dengan tulisan-tulisan itu dan berkata “kok bisa ya?”

Menulis itu juga kenangan. Ketika kau mampu merenung sejenak tentang hal-hal yang akan kau maknai.

Menulis itu berharga dan bermakna. Saat kau menggoreskan dengan cinta dan ketulusan, maka tulisan itu juga akan sampai pada relung hati orang yang membacanya. Ya.. ketika kau menulis dari hati maka akan sampai kehati.

Menulis itu juga sejarah. Saat tulisan-tulisan itu bergandeng waktu. Mampu membawamu kemasa lalu, atau tulisan itu bisa menjadi sebuah lorong waktu. Mengingatkanmu bahwa pernah ada mimpi-mimpi yang kau tulis. Sekarang saat waktu berlalu dan kau sekarang berada bahkan menggenggam mimpi-mimpi itu kau akan mengingat detailnya. atau mimpi-mimpi bersinar yang siap untuk kau raih. 

Menulis itu persahabatan…
Yaaa.. seperti sebuah keabadian persahabatan..
Kau menulis untuk mengabadikan, berbagi dan mengingat…
Menulis itu ketulusan sebuah keluarga terhebat..
Yaa, setiap detik yang terlewati tak pernah cukup untuk melukiskan indah dan tulusnya cinta itu.

Tulislah..tulislah..tulislah…
Imam Al-Ghazali pernah berkata: “Kalau kamu bukan anak raja dan engkau bukan anak ulama besar, maka jadilah penulis”.

 Padang, 23 Desember 2013
*aku ingin jadi penulis


Kamis, 14 November 2013

Mengeja Sunyi


Bismillaahir rahmaanir rahiim

Dalam sunyi, kau mengeja Asma-Nya
Disudut mata, mengalir menganak sungai, menguap sebelum bermuara 
Dalam hening derai tawa
Hatiku membuncah, tertunduk, ajari aku bersyukur padaNya.

Padang, 16 Juli 2013
mengeja sunyi, berkaca kedalam hati..
sekeping mozaik kehidupan di Yayasan Wacana Asih Padang

Minggu, 03 November 2013

Tentang Langit


Menerangi belahan bumi lain melalui langit yang tak pernah menjadi pagi. Percayalah, semua akan beredar tetap diorbitnya, tak ada yang terlewati. Dia Maha Pengatur Rencana Sempurna.

“Tidaklah mungkin bagi matahari mengejar bulan dan malam pun tidak dapat mendahului siang. Masing-masing beredar pada garis edarnya”. (QS Ya Sin : 40)

*jika memang bukan dia, damaikanlah hatiku dengan ketentuanMU
Bukittinggi. 3 November 2013 19:33 WIB

Minggu, 27 Oktober 2013

Lingkaran Teristimewa di Hati.


Untukmu Teman
Disini kita pertama bertemu
Mencari warna seindah pelangi
Ketika kau mengulurkan tanganmu
Membawaku kedaerah yang baru
Dan hidup kini ceria.
Kini dengarkanlah dendangan lagu
          Tanda ingatanku kepadamu teman
          Agar ikatan ukhuwah kan bersimpul padu
          Kenangan bersamamu, tak kan kulupa
          Walau badai datang melanda
          Walau bercerai jasad dan nyawa
Mengapa kita ditemukan?
Dan akhirnya kita dipisahkan?
Mungkinkah menguji kesetiaan kejujuran dan kemanisan iman
Tuhan berikan daku kekuatan.
Mungkinkah kita terlupa tuhan ada janjinya
Bertemu berpisah kita ada rahmat ujian dan kasihnya
Andai ini ujian terangilah dengan kesabaran
Pergilah gelisah hadirlah cahaya.

Bolehkah kita takut dengan sebuah perpisahan? Kenapa ada perpisahan ketika kita sudah merasa sangat nyaman dengan keadaan yang kita lalui. Yaaa… itu salah satu hal yang membuat saya berpikir  “waktu terus berputar, dan perpisahan itu mendekati waktunya”

Yaa.. ketika kalian mengulurkan tangan dan membawa kearah yang baru, dan hidupku kini ceria.

Sahabat-sahabat terbaik, yang selalu mengingatkan dalam kebaikan. Saya begitu beruntung, sangat beruntung dibimbing memasuki lingkaran kecil ini. Seandainya saya tak berada dilingkaran kecil ini, saya tak bisa membayangkannya. Masih dengan saya yang sibuk dengan kegalauan, memikirkan diri sendiri, pikiran-pikiran yang sempit tentang makna hidup.

Ukhuwah itu begitu indah. Tapi saya menyesal karena saya terlambat menyadarinya, kenapa baru disemester 4? Kemana saja saya selama 3 semester yang lalu? Kemaanaaa???. Saya menyesal dan juga bersyukur, karena Allah masih memberikan saya kesempatan dan menunjukkan jalan menuju lingkaran itu.

Tak terasa sekarang sudah menginjakkan kaki disemester 7, itu artinya dengan waktu rata-rata saya, saya hanya punya satu semester lagi. Sangat singkat sekali. Masih banyak hal yang belum saya tahu. Masih banyak pemaknaan kebaikan-kebaikan . Saya masih butuh bimbingan.
Bagaimana saya tanpa liqo’? bagaimana saya tanpa sahabat-sahabat yang selalu mengingatkan dalam kebaikan? Bagaimana nantinya?

Pertanyaan-pertanyaan itu menemukan jawabannya yaitu :
“hiduplah hari ini tanpa kesedihan, kegalauan, kemarahan, kedengkian, dan kebencian”
“Jangan pernah mendahului sesuatu yang belum terjadi!”
Yaaa.. saya menemukan kata-kata ini didalam buku La Tahzan karangan Dr. ‘Aidh al-Qorni.
Hari ini milik anda, Biarkan masa depan datang sendiri. Dan yang lalu biarlah berlalu.
Bahwa  masa lalu yang telah berlalu tidak akan bisa terulang kembali. Jangan sampai membaca lembaran masa lalu membuat kita kehilangan semangat, menyia-nyiakan waktu yang sangat berharga. Berkas-berkas masa lalu akan dilipat dan tak pernah dilihat kembali. Cukup ditutup rapat-rapat, lalu disimpan dalam “ruang” penglupaan, diikat dengan tali yang kuat dalam “penjara” pengacuhan selamanya. Atau diletakkan didalam ruang gelap yang tak tembus cahaya. Yang demikian, karena  masa lalu telah berlalu dan habis. Kesedihan tak akan mampu mengembalikannya lagi, keresahan tak kan sanggup memperbaikinya kembali, kegundahan tidak akan mampu merubahnya menjadi terang, dan kegalauan tidak akan dapat menghidupkannya kembali karena masa lalu itu memang sudah tidak ada.
Hari ini adalah milik kita. Ingatlah bahwa “harimu adalah hari ini” yakni, hari ini kita berkesempatan untuk melakukan semua yang terbaik. Tanamkanlah kebaikan sebanyak-banyaknya hari ini, dan persembahkanlah sesuatu yang paling indah hari ini.
Katanlah “wahai masa lalu yang telas berlalu dan selesai, tenggelamlah seperti matahari. Aku tak akan pernah menangisi kepergianmu, dan kamu tidak akan pernah melihatku termenung sedetikpun untuk mengingatmu. Kamu telah meninggalkan kami semua, pergi dan tidak akan pernah kembali lagi”.
“wahai masa depan, engkau masih dalam kegaiban. Maka, aku tidak akan pernah bermain dengan khayalan dan menjual diri untuk sebuah dugaan. Aku pun tak bakal memburu sesuatu yang belum tentu ada, karena esok hari mungkin tak ada sesuatu. Esok hari adalah sesuatu yang belum diciptakan dan tidak ada satu pun darinya yang dapat disebutkan.”

Dari beberapa kutipan ini mungkin bisa kita ambil hikmah. Bahwa semua hal yang membuat kita sedih, menyesal, galau, gundah yang telah terjadi dimasa lalu, hal ini janganlah membuat kita terlalu sibuk dengan penyesalan itu. Tapi cukup belajar dari semua yang terjadi untuk keadaan yang lebih baik kedepannya. Hari ini yang kita miliki, nikmati hari ini, kerjakan semua dengan semaksimal mungkin, gunakan hari ini untuk melakukan banyak kebaikan, karena memang kita tak pernah tahu apakah esok masih menjadi miliki kita. Kata-kata yang sangat saya suka dalam novel sang pemimpi yang ditulis Andre Hirata, arai berkata “bermimpilah maka tuhan akan memeluk mimpi-mimpimu”. Yaaa,, kita memang harus punya impian dan harapan serta cita-cita dimasa depan, tapi juga jangan sampai dengan impian-impian itu kita menjadi terlalu gundah dengan masa depan.

Belajar dari masa lalu, Lakukan yang terbaik hari ini, berdoa dan berusaha untuk masa depan.

Hmm, jadi  saya bisa belajar untuk tak lagi menyesali masa lalu, kenapa baru disemester 4? Kemana saya 3 semester yang lalu? Cukup, cukup untuk berpikir seperti itu. Saya berada disemester 7, walaupun waktu saya terbatas, tapi lakukan hal terbaik yang bisa dilakukan. Sahabat-sahabat terbaik, liqo’, forsis, fornis, kajian mingguan, dan semua kegiatan lainnya, lakukan sebaik mungkin, mencoba untuk bermanfaat untuk sesama. Dan masa depan, berjuang hari ini untuk hal terbaik dan mempersiapkan masa depan, dengan usaha terbaik hari ini, rencana-rencana, mimpi-mimpi, harapan-harapan, serta selalu berdoa. Dimulai dengan doa, disertai dengan doa dan usaha. Serahkan kepada Allah. Dibalik usaha kita mengukir harapan dan mimpi paling indah. Allah maha tahu mana yang terbaik untuk kita. Sehelai daunpun tak akan gugur, semua diketahuiNya, dia Maha mengatur, dan semua telah tertuliskan dalam kitab yang nyata (lauh Mahfuz)

So, lakukan yang terbaik hari ini. Semoga kita termasuk orang-orang yang beruntung. Hari ini lebih baik dari kemarin dan hari esok lebih baik daripada hari ini.

Sahabatku.  Kenangan bersamamu, tak kan kulupa , Walau badai datang melanda, Walau bercerai jasad dan nyawa.
Mungkinkah kita terlupa tuhan ada janjinya. Bertemu berpisah kita ada rahmat ujian dan kasihnya. Andai ini ujian terangilah dengan kesabaran. Pergilah gelisah hadirlah cahaya.

      Bukittinggi, 27 Oktober 2013. 13 : 43 WIB.
Terimakasih untuk lingkaran kecil yang selalu istimewa dihati.