Selasa, 26 Februari 2013

Sebuah perputaran waktu


Kaki-kaki yang lalu lalang
Irama-irama sumbang
Jepretan kebahagiaan
Hanya menatap
Tanpa luapan
Detik-detik berputar
Jam gadang
Ingin kuberkata, sejenak…
Tak ingin berlalu
Ini jalannya…
Selanjutnya..
Ikhlaskan saja…
Maka,,
Percayalah…
Tuhan sendiri yang akan menunjukkan jalan ceritanya…
*indah pada waktunya


     
 05 feb 2013
 perputaran waktu

Jumat, 15 Februari 2013

cerita beberapa perjalanan



“Kita hanya bisa mengenali burung-burung melalui nyanyiannya
Dan kita mengenal orang-orang dengan memaknai apa yang ia katakan”
Kamu lalu tersenyum padaku…
Bahkan sempat bertanya “hanya bunga palsu yang tak pernah layu”
Boleh kah sejenak aku bercerita tentangmu?
Maafkan aku, mungkin terlalu banyak rangkaian kata yang hanya mampu ku ucapkan, tapi aku tak pernah mampu sekuat dan setegar kamu,,,
Yang ku pahami, kamu sahabat yang hebat,,
Kalian sahabat terhebat…
Mengagumkanku,,,,
Memaknai banyak hal melalui perspektif yang berbeda,,
Memperkenalkanku dengan makna kehidupan yang sebenarnya,,
Mengajariku,, bahwa dunia ini sangatlah luas, dan banyak hal yang bisa kita maknai,, kita lihat, kita dengar dan kita rasakan,,
Semua jejak langkah kita membuatku selalu bersyukur, bersyukur, dan bersyukur…
                  Cerita beberapa perjalanan..

Senin, 11 Februari 2013

TERKUBUR WAKTU


Kadang….
Tak selamanya hujan mampu hapuskan jejakmu
Walaupun senyum dapat menari-nari
Bersama pelangi
Tapi…
Direlung hatiku, masih saja
Tersimpan rapi semua tentangmu….
      Kamu yang menuntunku…
      Untuk percaya pada bulan
      Dan kamu yang membimbing langkahku
      Untuk bisa berjalan dengan kedua kakiku
      Sungguh…
      Kamu memahamiku…
      Didimensi itu…
Tapi, detik waktu begitu kejam padaku
Yang mampu hapus semua tentangku dalam memorimu
Hingga semua…
Terkubur bersama detik-detik itu…
      Sahabat…
      Apakah aku bisa????
sejenak  berpaling kebelakang,
menyusun mozaik-mozaik yang pernah kita lalui bersama
jarak dan waktu membuat dimensi ini berbeda
dan badai yang datang terlalu hebat
aku rapuh untuk mengejar sendiri
dan aku kalah….
Tapi..
Tak ada yang bisa hentikan waktu
Semua sudah menjadi kehendak-Nya
Waktu terus berputar
Dan kita harus melangkah menuju kisah selanjutnya
Yang telah digariskan-Nya
      Semua kisah ini
      Akan selalu tersimpan rapi dihatiku
      Kuhanya bisa berdoa
      “sahabat, semoga kita mendapatkan yang terbaik dan suatu hari nanti mampu mengingat sejenak, bahwa persahabatan ini kenangan yang kita banggakan”

Bukittinggi, 12 februari 2013
*kenangan yang selalu tersimpan rapi


Sabtu, 26 Januari 2013

Muhammad SAW. Lelaki Penggenggam Hujan

Alhamdulillah, saya berkesempatan untuk membaca sebuah buku karangan Tasaro GK. Sebuah novel biografi Muhammad SAW. Saya berfikir, bagaimana sebuah novel bisa mengungkapkan sebuah kisah yang akurat tentang Rasulullah? Tapi saya mencoba untuk tetap menyimpan pertanyaan itu hingga saya bersyukur saya bisa punya kesempatan untuk membacanya.
      Saya membuka halaman awal dari novel itu.
Kededikasikan buku ini segenap hati
Untuk perempuan berbalung baja
Umi Dariyah
Engkau pernah begitu khawatir
Ketika aku memulai proyek ini.
”bahaya Le. Bagaimana kalau kamu dicerca orang-orang?” tanyamu.
Ku jawab hari ini, “Ibu, jika kelak ada orang yang salah paham dengan terbitnya buku ini, aku yakin itu terjadi karena mereka mencintai Kanjeng Rasul. Dan percayalah Ibu, aku menulis buku ini disebabkan alasan yang sama.”
Kata-kata Tasaro GK untuk ibunya sontak menyentuh hati saya. semakin membuat saya tak sabar untuk memulai membacanya.
Dan juga kata-kata tasaro GK untuk Senandika Himada,
Kelak engkau dewasa, jangan pernah mengatakan bapakmu tidak pernah mengenalkanmu dengan Rasulullah. Sebab, buku ini kutulis untuk engkau baca kelak. Bahkan kunamai dirimu dengan namanya. I love u, son.
Saya memulai untuk membacanya dengan sebuah tanda tanya tapi juga ada sebuah perasaan yang menyentuh hati saya.
Awal membacanya saya sedikit sulit untuk memahaminya, saya harus berkonsentrasi penuh, beda dengan novel-novel yang sebelumnya saya baca.
Tempat-tempat yang asing bagi saya, Pinggir kota Isfahan, Persia. Danau Zhaling, kaki gunung Anyemaqen, Tibet. Tengah Gurun, sebelah barat laut merah, Mesir. Pengunjung musim kemarau, lembah Narmada, India. Pelabuhan Barus nusantara. Malam separuh gulita, bukit Tsur, Makkah.
Saya berkenalan dengan tokoh didalam novel itu, Kashva, siapa kashva?
Sejalan dengan cerita Kashva juga menceritakan tentang dirimu ya Rasulullah. Sebuah teknik yang sangat cantik, sejalan saya penasaran dengan cerita Kashva, saya membaca perjalanan tentang perjuanganmu, dua buah kisah yang terpisah tapi bermuara pada titik yang sama. Kashva dengan begitu banyak pengorbanan serta lelahnya perjalanan yang harus dilaluinya untuk menemukan dan mengartikan tentang kedatangan seseorang yang sangat mulia yang dinantikan oleh semua umat manusia. Lelaki yang kelahirannya telah diramalkan dalam gulungan-gulungan perkamen kuno?
Kisah Kashva sangat menguras emosi saya, saya pikir cerita yang sederhana, tapi tiba-tiba pada halaman 301 sampai 310 Rahasia Yim, bagai sebuah hentakan, saya terisak, sulit untuk berhenti. Sungguh sangat diluar dugaan saya.
Yim, Raja Khosrou, Astu, Parkhida Marsya, Xerses, Ruzabah, Guru kore, Gali, Vakshur. Kenalilah mereka, maka kamu akan berkelana bersama Kashva.
Tapi buku ini seperti sebuah hentakan bagi saya, perjuangan Kashva yang merindukan lelaki penggenggam hujan. Saya bertanya apa maksud dari lelaki penggenggam hujan? Hmm.. temukan sendiri jawabannya. Tentang perjuangan mu ya Rasulullah dari tanah Arab, yang tidak ada minat untuk menaklukkannya karena sangat tak berprikemanusiaan. Sampai pada sebuah kedamaian atas kemenangan mu dalam menegakkan kebenaran “aku bersaksi tidak ada tuhan selain ALLAH dan Muhammad SAW adalah utusan ALLAH”.
“Alangkah hari ini banyak keajaiban. Berhala-berhala tidak hanya roboh dari sekeliling Ka’bah, tetapi juga rontok dari hati sebagian besar penduduk Makkah. Mereka telah menyaksikan dirimu sebagai manusia biasa dan memahamimu segala pencapaianmu hanya mungkin dilakukan atas bimbingan Tuhan yang Mahakuasa. Kenabianmu tak terbantahkan dimata mereka. Dalam benak mereka. Maka runtuhlah berhala-berhala itu dari setiap sudut kota dan hati mereka.” (hal 258)
Ya Rasulullah, kisah orang-orang disekelilingmu sungguh sangat menyentuh, paman mu Hamzah, paman mu Abu Thalib, Ali bin Abi Thalib. Abu bakar, umar bin khatab, Fathimah, Aisyah, dan masih banyak lagi yang sejujurnya, hanya sedikit yang saya tahu mengenai mereka. Bahkan sangat-sangat sedikit sekali.
Hentakan itu, kemana saja saya selama ini? Kenapa tak pernah mencoba untuk mencari jalan mengenal mu ya Rasulullah?
Seperti itukah yang juga teman-teman rasakan? Beribu jarak kita dari Rasulullah apakah juga akan membuat kita tak lagi mengenali Rasulullah, semoga kita sama-sama untuk mencoba mengenali rasulullah melalui bacaan-bacaan tentang Rasulullah serta belajar dari orang-orang disekitar kita yang lebih tahu tentang Rasulullah. semoga kita mampu mencintai Rasulullah serta juga menjadikan Rasululah sebagai suri tauladan.
Terimakasih untuk teman-teman Liqo’ yang tak pernah menyerah untuk saling mengingatkan pada kebaikan. terutama buat kak Ika, selalu bisa memotivasi kami semua, melalui kakak, semoga hidayah itu menyusup indah kedalam hati kami kak (ini gara-gara udah sebulan lebih libur, jadi kangen,hehehe).
Terimakasih untuk bang Erick, atas pinjaman bukunya, semoga buku kedua juga bisa i baca bang, aamiin..
Semoga tulisan ini bisa membuat teman-teman penasaran juga. Dan berusaha mencari bukunya, serta membacanya. Semoga bermanfaat. Aamiin.

Rabu, 16 Januari 2013

Ruang Rindu



Setiap mendengar kata-kata cinta sesuatu yang memang selalu menarik,,
baik cinta dalam artian yang luas dan dalam artian sempit,, hehhhehe…
Lagu ini salah satu lagu yang bisa mewakili bagaimana saat hati saya bertanya-tanya,, rasa ini apa artinya???Kok bisa???
“Dan aku mulai takut terbawa cinta, menghirup rindu yang sesakkan dada”
“kupegang erat dan kuhalangi waktu, tak urung jua kulihat dia pergi”
“ku saat itu takut mencari makna, tumbuhkan rasa yang sesakkan dada”
“kau datang dan pergi oh,  begitu saja semua kuterima apa adanya, mata terpejam dan hati bergumam diruang rindu kita bertemu”

Ya ALLAh, engkau yang maha membolak-balikkan hati, tetapkan hatiku dijalanMu.
Aamiin…

Ruang Rindu..
Didaun yang ikut mengalir lembut
Terbawa sungai ke ujung mata
dan aku mulai takut terbawa cinta
menghirup rindu yang sesakkan dada
jalanku hampa dan kusentuh dia
terasa hangat oh didalam hati
kupegang erat dan kuhalangi waktu
tak urung jua kulihat dia pergi
tak pernah kuragu dan slalu kuingat
kerlingan matamu dan sentuhan hangat
ku saat itu takut mencari makna
tumbuhkan rasa yang sesakkan dada
kau datang dan pergi oh begitu saja
semua kutrima apa adanya
mata terpejam dan hati menggumam
di ruang rindu kita bertemu
Letto-Ruang Rindu.