Jumat, 13 Februari 2015

Akan Selalu Pulang ke Rumah Kita..

Dia pasti
pulang kerumah

Yaa..akan selalu pulang kerumah
tempat ternyaman yang penuh dari citra kepalsuan
rumah, tempatmu menjadi dirimu sendiri dan apa adanya

Ketika kita tak mampu lari dari perubahan, aku akan selalu menemukan cinta itu dikedalaman hati, diabadinya ingatan, diindahnya setiap waktu yang terlewatkan.

Disetiap kerinduan-kerinduan yang berderet-deret menunggu membumbung tinggi dengan doa-doa yang jadi sayapnya, bertemu disana, indah, penuh haru, lalu rindu-rindu itu menyejukkan tiap-tiap kenangan-kenangan yang selalu tersimpan rapi disini, dihati.

Waktu, kumohon ajarkan aku untuk selalu memaknaimu.
tentang kemarin, hari ini dan esok.

Aku mencintainya.
Aku mencintai mereka.
Ingatkan aku dengan lembut agar selalu bersyukur pada Allah SWT
Agar selalu memohon pada Allah SWT, yang memegang kunci-kunci rahasia waktu.
percaya dan mempercayakan padaNya.


-Rumah, 31 Januari 2015
ii akan selalu menyimpan rapi semua tentang keluarga kita Yah, Ma, ici, Ilham .

Cerita Cangkir Kopi

Hey, bagaimana jika kali ini kita bercerita tentang kopi?
Secangkir kopi yang biasa menemani renungan-renunganmu tentang kehidupan, juga tentang kehidupan sesudah kehidupan ini.
Secangkir kopi dipagi hari untuk memberi inspirasi tentang semangat baru dihari baru.

Sepertinya aku rindu akan suatu hari nanti, sesudah senja, sesudah aku dan keluarga kita rukuk dan sujud, dan lantunan firmanNya, lalu kita bercerita dengan ditemani cangkir-cangkir kopi kita.

Hey, akankah masih kutemukan kopi yang selalu terkenang?
kopi hitam pekat manis buatan Ayah dengan milyaran detik tak terhitung tentang cerita-cerita yang kadang sering diulang-ulang tapi tetap saja seru, tentang sejarah vespa Ayah, tentang sejarah namaku kenapa Sri Asrianty bukan yang lain, dan banyak cerita lainnya yang akan selalu terkenang manis, semanis kopi hitam pekat dengan takaran gula pas dari Ayah

Beberapa kali tak sengaja aku menumpahkan kopi Ayah, tapi tenaaaang, minta maaf lah dari hati yang terdalam, Ayah tidak akan marah, karena memang Ayah bukanlah orang yang pemarah.

Aku rindu Ayah

Hey, jika sesekali kopi menyisakan kerinduan dihati, bolehkah aku menemani cerita-cerita kita nanti dengan secangkir teh?
atau untuk kesehatan sepertinya kita bercerita dengan gelas-gelas yang berisi air putih yang hangat, demi kesehatan, biar bisa mengimbangi kopi dengan kandungan kafeinnya.

Hey kamu, tak apa jika hari ini kita tak saling tau, juga tak saling temu karena Allah SWT pasti telah menuliskan pertemuan itu nanti dengan detail skenario terbaik.
semoga kita memaknai banyak hal dan punya bpemahaman yang baik.

-berada di bumi sehentak galah, serengkuh dayung
Muara Tebo, 27 januari 2015


Hujan, Doa


Hey, disini sedang hujan
Aku tidak suka hujan, tapi aku mensyukuri hadirnya hujan
Hmm, aku tidak harus berlari dibawah hujan bukan?
Menatap hujan dibalik jendela lalu mulai berdoa,karena saat hujan turun adalah salah satu waktu terbaik untuk berdoa
Seperti aku dan hujan
Seperti aku denganmu yang belum saling tau, namun diam-diam mendoakan

Hey, kamu tak harus menjadi hujan, karena aku tau, mungkin itu tidak mudah
menjadi hujan, menyatukan langit dan bumi
Jika kamu tak mampu menjadi hujan, maukah kamu berusaha menjadi doa?
karena doa menyatukan harapan dan takdir, atau barangkali juga menyatukan dua hati
Ya, jadilah doa yang menjadi jalan buntu untuk rindu yang masih saja kelu
Bagaimana menurutmu?
atau barangkali kau tak perlu jadi apa yang kupinta, jadilah yang terbaik menurut versi dirimu sendiri.
karena mungkin saja kamu jauh lebih keren dari apa yang mampu kupinta.

Kamu, kamu yang dekat dengan ALLAH SWT
Kamu, kamu yang mengenal Rasulullah dan sahabat
Kamu, kamu yang selalu ingat hidup didunia dan akhirat

jika kau tak mampu menjadi hujan yang menyatukan langit dan bumi, maukah kau berusaha menjadi doa yang menyatukan harapan dan takdir
-sederhanaindah


Rumah, 8 januari 2015
Hujan.

Jumat, 16 Januari 2015

7 Januari 2014 – 7 Januari 2015

Kamu selalu belajar untuk ikhlas dan berbaik sangka pada keputusan Allah kan Ri?
Mutlak hak Allah Ri, kita tunduk pada ketentuan Allah.

Doa, menjadi dimensi rahasia
Meluruhkan setiap keeping-keping rindu
menghapus setiap bulir-bulir kesedihan
Diri kita sendiri pun bukanlah milik kita Ri.

Ayah..
Aku rindu
Ayah..
Aku selalu merawat tawa kita
untuk ku kenang selamanya
Ayah..
Aku selalu menyimpan rapi setiap cerita sempurna keluarga kita bersama Ayah.
Ayah..
Aku mencintai Ayah lebih dari yang ku tau
Ayah..
Aku menyayangi Ayah lebih dari yang ku kira
Ayah..
semoga kehidupan disana lebih baik yah, semoga Allah meridhoi Ayah.

Bagiku, Ayah tak pernah pergi, ayah masih tetap disini
Baiklah Yah, aku akan selalu berlajar dari sisi yang pergi bukan dari sisi yang ditinggalkan
tidak ada yang pergi dari hati, tidak ada yang hilang dari kenangan.

-Rumah, 7 januari 2015
aku selalu belajar untuk ikhlas dengan semua ketentuan Allah Yah.



But perhaps you hate a thing and it is good for you
and perhaps you love a thing and it is bad for you
and Allah knows while you know not

Allah melindungi kita dengan ketidaktahuan, agar kita senantiasa memohon petunjukNya yang Maha Mengetahui


Heey Ri..
seringkali yang terlihat tidak selalu seperti itu hakikatnya.
hmm, barangkali kita terlalu kerdil untuk memaknai rencana Maha Megah Allah untuk kita. Barangkali kita yang masih saja tak paham betapa tak terhitung kasih sayang Allah untuk kita.

Mengingatkanmu Ri

Khilaf, Benci dan Cinta

Kata Asy Syafi’I
“aku mencintai orang-orang sholeh
Begitu katanya, diiringi titik air mata
“meski aku bukanlah bagian dari mereka
Dan aku membenci para pemaksiatNya
Meskipun aku tak berbeda dengan mereka”
Ya, mungkin dia benar
Tapi dalam tiap ukhuwah dan cinta
Dalam tiap ikatan yang Allah jadi saksinya
Aku ingin meloncat kehakikat yang lebih tinggi
Karena tiap orang beriman tetaplah rembulan
Memiliki sisi kelam
Yang tak pernah ingin ditampakkannya pada siapapun
Maka cukuplah bagiku memandang sang bulan
Pada sisi cantik yang menghadap kebumi
Tentu, tanpa kehilangan semangat
Untuk selalu berbagi dan sesekali merasai
Gelapnya sesal dan hangatnya nasehat
Sebagaimana sang rembulan
Yang terkadang harus menggerhanai matahari
-Dalam Dekapan Ukhuwah, Salim A. Fillah

Berada diantara orang-orang sholeh seringkali membuat aku merasa tidak pantas, tidak pantas untuk menjadi bagian dari mereka.

Aku bercermin kedalam diriku, ah, hanya tertunduk malu, malu dengan semua jejak langkahku, begitu banyak kekurangan dan keburukan-keburukan yang Allah tutupi, Allah selalu berbaik hati. Seorang sahabat berkata, “apapun jejak langkah keburukan kita, kita harus bersyukur kepada Allah, karena Allah memberikan hidayahNya untuk kita, hingga kita menjadi kita yang sekarang, Allah memberi kesempatan kita untuk berproses menjadi lebih baik. Setiap orang punya jejak langkah masa lalu, setiap orang punya kekurangan dan keburukan, namun juga kelebihan dan kebaikan karena kita manusia biasa, bukan malaikat yang sedang rehat dibumi”.

Allah sungguh dengan sangat lembut mengingatkanku yang masih saja lalai dalam mengingatNya.
aku yang masih saja sibuk dengan dunia yang penuh fatamorgana.

Ingat, akhirat tujuan kita.

Berada diantara orang-orang yang selalu mengingatkan dalam kebaikan, saling mengingatkan dalam kehidupan yang sebenarnya. Sungguh sangat-sangat ku rindu.
Aku rindu berada dilingkaran itu.
lingkaran yang meneguhkan hatiku, membuatku kembali berpikir ulang tentang banyak hal. Lingkaran yang membuatku malu, malu pada diriku sendiri, yang begitu jauh dari baik tapi Allah selalu berbaik hati padaku. Bahkan Allah memberikan aku petunjuk hingga aku berada dijalan ini.

Lihatlah, Allah masih memberikanku kesempatan waktu

Aku rindu, ya aku rindu lingkaran yang saling mengingatkan, lingkaran yang begitu tulus tanpa ada senyum kepalsuan, lingkaran yang menentramkan, lingkaran yang malaikatpun ikut mendoakan. Semoga Allah saling mengikatkan hati kita dalam Rabithah

Semoga kita semua yang memang pelupa, selalu belajar untuk mengingat bahwa suatu waktu kita datang kedunia ini, dan disuatu waktu kita pasti akan kembali.
Tak perlu usia tua atau sakit yang menimpa menjadi penyebab kita berpulang padaNya.
Imam Al-Ghazali bertanya, apa yang paling jauh? Jawabnya waktu yang telah berlalu, apa yang paling dekat? Jawabnya adalah kematian.

Orang yang beruntung adalah orang yang sering mengingat-ingat tentang kematian.Mengingat-ingat kematian dan tak lupa mempersiapkan bekal untuk kehidupan yang sebenarnya disana.

Semoga kita adalah orang yang beruntung yang akan Allah panggil sebagai jiwa-jiwa yang tenang yang berpulang. Aamiin..

-Padang, 3 januari 2015
Mengingatkanmu yang masih saja lalai Ri..


Sabtu, 27 Desember 2014

Sebuah Ucapan Syukurku.

Dan kunci-kunci semua yang gaib ada pada-Nya; tidak ada yang mengetahui selain Dia. Dia mengetahui apa yang ada didarat dan dilaut. Tidak ada sehelai daun pun yang gugur yang tidak diketahui-Nya. Tidak ada sebutir bijipun dalam kegelapan bumi dan tidak pula sesuatu yang basah atau yang kering, yang tidak tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh). (QS Al-An’am : 59)

Disetiap dimensi waktu yang terlewati, indahnya senyum penuh syukur pada-Mu ataukah tetes air mata yang memohon kekuatan pada-Mu agar aku mampu melewati setiap detail sebaik-baik skenario yang telah Engkau tuliskan untukku. Ya Allah, sehelai daunpun tak akan gugur tanpa izin dariMu, aku yakin Engkau selalu dekat, lebih dekat dari urat leherku. Ku mohon sayangi aku, kasihi aku, ridhoi aku disetiap suka dan duka yang harus aku lewati. Jadikan setiap kebahagiaan membuatku tak henti bersyukur padaMu, setiap sedihku sebagai caraMu menyayangiku. Duniaku sebagai jalanku menuju akhirat, surgaMu.

Bagaimana aku hendak mengucapkan semua rasa terimakasihku untukmu Ayah dan Ama. Terimakasih ku tak akan pernah mampu menandingi setitik saja ketulusanmu, cintamu, kasih sayangmu. Terimakasih untuk tarbiyah pertama dalam hidupku. Tak ada kata-kata yang mampu melukiskan saat langkahmu tak pernah terhenti, saat senyummu damaikan jiwa, saat marahmu menuntunku
saat semua ketulusanmu selalu sertai perjalananku. Kasih sayangmu sehangat mentari, pelukku saat badai goyahkan langkahku, setulus cahaya bintang, terangi gelap malamku, menuntunku untuk berjalan. Jauh kaki kulangkahkan tapi cinta kasihmu selalu tersimpan rapi. Doamu, menjagaku, senyummu kuatkan aku.

Aku ada disini. aku berjuang disini, aku melakukannya dengan sebaik mungkin, untuk “ayah dan Ama” tersayang meski tak sesempurna
yang engkau harapkan, meski kadang tak seindah yang engkau inginkan, tapi izinkan aku “memberikan yang terbaik
untuk melihat indahnya senyum diwajahmu” salah satu impian terbesar dalam hidupku
“membuatmu tersenyum, dan berkata : Dia Riri, anakku”

Ayah :  budi baik mu telah menjadi puisi dalam ingatanku, begitu indah. Walau tiadamu mengekalkan kefanaan, tetapi segala yang telah engkau berikan tumbuh subur dalam bingkai kenangan.
Ama :  Bila kutuliskan dirimu dengan kata-kata Kau adalah telaga segala tinta, dalam lautan kasihmu, Aku berenang dalam kekerdilan. KepadaNya jua, segala doa aku titipkan.

Ici, yang selalu mengkhawatirkanku, aku tahu ada cinta dalam setiap marahmu, ada sayang disetiap cerewetmu, aku tahu, dimatamu mungkin aku akan selalu menjadi adikmu yang selalu membutuhkanmu dalam kondisi apapun, aku selalu membuatmu repot dengan semua tentangku, Ici selalu lebih repot dibanding aku. Ici, jika aku mengingat memori disaat aku berusia seminggu, mungkin aku akan mendengarmu yang tak pernah bosan mengucapkan pada setiap orang yang datang “ini adik perempuanku, aku sangat menyayanginya”. Terimakasih telah menjadi kakak terhebat untukku.

Ilham, ku tahu, kamu adikku yang selalu menganggap aku lebih kecil darimu, terkadang kamu sibuk menasehatiku, Ingat, aku ini kakakmu. Aku akan selalu ingat, saat aku pulang, kamu menjemputku walau hujan turun dengan sangat deras. il, Jadilah adikku yang keren. Mempunyai mimpi-mimpi yang tinggi dan selalu bersujud padaNya.

M. Abrar Asyeldo, hadirmu adalah anugerah, pelangi sesudah hujan, ada doa, cinta, sayang dan harapan yang kelak akan membuatmu menjadi anak yang berakhlak baik, anak yang akan menjaga perasaan kami.


Abang, terimakasih bang. Terimakasih untuk senyum Ici dan Abrar. Terimakasih telah menjadi abang terbaik untuk ii dan ilham.

Bukittinggi, Psikologi UNP, Disini bagian mozaik kehidupan itu tersusun menjadi sebuah perjalanan kehidupan yang tak akan pernah terlupakan, yi, kita boleh berencana, tapi percayalah rencana Allah untuk kita jauh lebih baik dari rencana kita untuk diri kita sendiri. Bukittinggi, Psikologi UNP adalah bagian dari doa yang Allah ganti dengan yang lebih baik. Psikologi UNP jawaban dari doa terbaik.

Terimakasih untuk suka, duka, tawa, tangis, terharu dan bahagia yang mewarnai cerita ini, sahabat-sahabat terbaik. Aku bersyukur hadirmu memberikan kenangan yang sangat indah bagiku. Terimakasih untuk semua semangat, dukungan yang menyertai perjalanan kita. Meski tak mampu kusebutkan satu-persatu, tapi dihatiku, masing-masing kalian mempunyai posisi penting yang tak akan tergantikan.

Aku ingin mengurai rintik hujan menjadi sepenggal jawaban-jawaban atas kesedihan. tapi bukankah hujan menjadi lorong untuk sebuah rintik air mata dihati dan ditebing pipimu? tak apa bila tergugu dalam diam, bersujud dalam-dalam, tetap nyalakan harapan yang meredup padam. tetaplah berharap tentang mentari, karena janjiNya itu pasti benar.
"maka, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan"  (QS 94 : 5-6)

Jika sesudah kesulitan ada kemudahan, maka berdoalah tentang ketidakmengertian, karena memang doa jawaban dari ketidakmengertian. Bukankah terkadang Allah melindungi kita dari ketidaktahuan?
Berdoalah yi, sesudah kesedihan akan ada harapan-harapan yang merekah bersama pagi.


Tengoklah perasaan orang-orang yang yi sayangi. Doa adalah symbol bagi kasih sayang. Doakan ayah dan orang-orang yang yi sayang. Doakan dimana saja. Lihatlah dari sisi yang pergi bukan dari sisi yang ditinggalkan yi. Tidak ada yang pergi dari hati, tidak ada yang hilang dari kenangan. Lihatlah cita-cita itu merekah indah menjadi sebuah perasaan. Tak sekedar cita-cita tapi menjaga perasaan.

Doa yang menjadi dimensi rahasia, meluruhkan setiap keeping-keping rindu, menghapuskan setiap bulir-bulir kesedihan.

Ingatlah yi, ada bagian-bagian yang bisa kita usahakan. Namun, ada bagian-bagian yang mutlak itu adalah keputusan Allah. Tetaplah berusaha dan berdoa yi, berusaha memberikan yang terbaik. Serahkan keputusan terbaik kepada Allah. Yakinlah, Allah menyayangi kita, bahkan lebih dari yang kita sangkakan. Sebaik-baik rencana kita untuk diri kita sendiri, Allah punya rencana terbaik untuk kita. Bukankah apa yang baik menurut kita itu belum tentu baik menurut Allah. Tapi yakinlah yi, apa yang terbaik menurut Allah itu adalah yang terbaik untuk kita. Ingat yi, jalan yang lurus bukan berarti itu jalan yang selalu mulus.

Satu-persatu beriring waktu pertanyaan kehidupan dijawab yi, selamat menjawab pertanyaan kehidupan selanjutnya yi.


Terimakasih ku ucapkan kepada :
Keluarga besar Psikologi UNP, Ibu dan Bapak dosen yang telah mendidik kami dengan kesabaran dan ketulusan. Semoga Allah selalu memberikan kebaikan-kebaikan kepada Ibuk dan bapak.

Sahabat Q’Mibayotiinoby (Q’ting danny, Mbak wara, Ipy, Amak Iya, Yona, Ori, Tata, Iqy’ fikri, Ivan, Nanda, Ojji’ ozzy, Bro Bayaik, Yudha) semua perjuangan kita dari hitam putih sampai saat ini menjadi cerita yang sangat indah. Perjalanan, kekeluargaan, semua kenangan itu akan memberi senyum yang merekah saat mengingatnya. Terisitimewa untuk my LF. Terimakasih. Semoga waktu yang tepat untuk masing-masing kita bertoga.

Sahabat psikologi 2010, Edo aiai, terimakasih Do, telah menjadi sahabat yang telah menolongku disaat proses perjuangan ini. Maya, Zizi, Azizah, Dila widia, Oja Roza, bro Dido, risti, Resti, Adil, melly, Sadam aiai, dan semua teman-teman yang tak tersebutkan namanya. Terimakasih untuk 4 tahun yang sangat berharga. Bahkan perjalanan ke merapinya. Juga jalan-jalan kita yang takkan terlupakan Intan, Yossi, Pipi.

Kakak-kakak, Uda dan Uni di psikologi UNP. Kak Lisa, Kak Nindy, kak, maafkan adikmu yang selalu mengekormu tapi selalu senang hati untuk dibully, kak. Ramadhan penuh berkah dan perjuangan itu akan selalu terkenang kak. Kak Nanda, Kak Nanik, kak Ayu, kak Mei, Kak Fira, Kak Lilis, bang Aqib, bang Mardisal, Bang Putra, Bang Budi, Kak Dek, kak Fani, Kak Aufa. Makasi kak, telah menjadi kakak yang selalu bercerita denganku disini dan memberikanku nasehat tanpa menggurui.

Adek-adek di Psikologi UNP. Nifa, Ummul, Irenti, Gaby, Eja, Tika, Ikke’, walaupun waktu kita tidak panjang, tapi terimakasih untuk pertemuan singkat yang akan selalu kita rindukan.


Kak Helen, terimakasih telah menjadi kakak, sahabat, dosen, pembimbing, teman diskusi. Terimakasih telah menjadi sahabat untuk memaknai hidup kak. Semoga Allah memberikan jawaban untuk pertanyaan kehidupan kakak segera kak.

Pii, aku pasti akan merindukan perjalanan dan diskusi panjang kita tentang memaknai hidup. Pii, sampai jumpa lagi dikota impian kita. Sampai jumpa di Universitas impian kita.

Lingkaran yang selalu aku rindukan, Kak Ika dan jagoan-jagoan kakak. Terimakasih Kak. Kak Yelfi, Yossi, Intan, Pipi, Iya, mbak wara, Ayuk, Firna, Cica, Fidia. Terimakasih, untuk kebaikan dan memberikan makna tujuan kehidupan.

Sahabat Forsis, Roby, Ari, Ami, Rafi, Adi, Habibi, Edo, Yoki, Ima, Via, Dola, Wilda, Nadia dan teman-teman lainnya. Terimakasih untuk saling menguatkan dijalan ini. Andai perjuangan ini mudah, pasti banyak yang menyertainya. Andai perjuangan ini singkat, pasti banyak yang istiqomah. Tapi hakikatnya perjuangan ini tak begitu, turun naiknya dan sakit pedihnya. Kenapa perjuangan itu pahit? Karena surga itu manis. Aamiin.

 (Droof), Iin, Yutia, Deki, Barzoq, Buspi, Danny, Anggoman, Rozi, Rizki. Kalian sahabatku yang selalu keren, terimakasih telah menjadi sahabatku disaat suka dan duka dihidupku. Bersama kalian waktu seakan terhenti dimasa putih abu-abu, padahal waktu tak pernah menunggu. Yang tak pernah berubah adalah perubahan itu sendiri, semoga kita bisa bertemu dengan kita yang selalu lebih baik.

(Liriv). Via, Icha, Linda. Selamat mendewasa sahabat kecilku, terimakasih telah menjadi sahabat disetiap fase kehidupanku. Terimakasih untuk setiap cerita yang selalu kita rindukan. Bersama kalian waktu serasa berhenti berputar.


(Dimensi CB 04) Herman, Aca, Engky, Handaka, Randi, Cici. Terimakasih untuk cerita-cerita yang kembali kita susun lagi. Terimakasih untuk doa dan semangatnya.

DDH, Winda, Lezi, Sri, Reres, Fani, Ayu, Wita, Leti, Zarni, Desi. Terimakasih untuk semuanya.

Ibuk Yus, ketegaran, kesabaran dan ketulusan Ibuk selalu mampu menjadi tempatku kembali ke Bukittinggi buk.

Terimakasih untuk semua doa, dukungan, semangat, dan cerita yang selalu terkenang. Sampai jumpa dikesempatan yang lebih baik.
untuk banyak orang-orang yang ada dihidupku yang tak mampu kusebutkan satu-persatu, terimakasih, terimakasih ku.

*september 2014, sebuah mozaik kehidupan. Bertoga.